#1 Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Kimia

Penilaian Otentik di Kurikulum 2013

Penilaian  merupakan  bagian  integral  dari  pembelajaran.  Seperti  semua pembelajaran,  penilaian  menolong  siswa  untuk  menjadi  lebih  berpengetahuan,  kritis, kompeten  dan  responsif.  Melalui  penilaian,  guru  dapat  mengembangkan  kompetensi atau  talenta yang  dimiliki  oleh  setiap siswa.  Adapun kompetensi yang  diharapkan  dan dikuasai  oleh  siswa  setelah  proses  belajar  mengajar  adalah  kompetensi  sikap, keterampilan  dan  pengetahuan.  Salah  satu  penekanan  dalam  kurikulum  2013  adalah penilaian  autentik,  dimana  penilaian  yang  dilakukan  tidak  hanya  hasil  akhirnya  saja tetapi  juga  proses  selama  pembelajaran  berlangsung.  Oleh  karena  itu  guru  harus mengetahui  mekanisme,  prosedur  dan  instrumen  penilaian  hasil  belajar  siswa  sesuai dengan  kompetensi  yang  ingin  diukur.  Kompetensi  yang  diukur  melalui  penilaian autentik  menggambarkan  tuntutan  kompetensi  yang  ada  di  standar  kompetensi  (SK) atau Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Pada  penilaian  autentik,  siswa  diminta  untuk  menerapkan konsep  atau teori dalam  keadaan sebenarnya sesuai  dengan kemampuan  atau  keterampilan yang  dimiliki  siswa.  Oleh  karena  itu,  guru harus  memperhatikan  keseimbangan antara  penilaian  kompetensi  sikap,  keterampilan  dan  pengetahuan  yang disesuaikan dengan perkembangan karakteristik siswa sesuai dengan jenjangnya. Melalui  kurikulum  2013  penilaian  autentik  menjadi  penekanan  dalam melakukan  penilaian  hasil  belajar  siswa  yang  memperhatikan  seluruh  minat, potensi  dan  prestasi  siswa  secara  menyeluruh.  Penilaian  juga  dilakukan  secara sistematis dan berkesinambungan agar dapat menggambarkan kemampuan para siswa  yang  dievaluasi. Sangat  penting  untuk  melibatkan  siswa  dalam penilaian, sehingga  siswa  secara  sadar  dapat  mengenali perkembangan  pencapaian  hasil pembelajaran mereka.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Melakukan Penilaian Otentik

Prinsip  yang  paling  penting  dari  penilaian  autentik  adalah  dalam pembelajaran  tidak  hanya  menilai  apa  saja  yang  sudah  diketahui  oleh  siswa, tetapi  juga  menilai  apa  yang  dapat  dilakukan  oleh  siswa  setelah  pembelajaran selesai.  Sehingga  kualitas  hasil  belajar  dan  kerja  siswa  dalam  menyelesaikan tugas  dapat  terukur.  Maka  dari  itu  dapat  ditarik  kesimpulan  dalam  melakukan penilaian autentik ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni: 
  1. Autentik  dari  instrumen  yang  digunakan,  menggunakan  instrumen yang bervariasi  yang  disesuaikan  dengan  karakteristik  atau  tuntutan kompetensi yang ada dikurikulum. 
  2. Autentik dari aspek yang diukur, menilai aspek-aspek hasil belajar secara komprehensif meliputi kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan
  3. Autentik  dari  aspek  kondisi  siswa,  menilai  input  (kondisi  awal  siswa), proses  (kinerja  dan  aktivitas siswa  dalam proses  belajar  mengajar),  dan output  (hasil  pencapaian  kompetensi,  baik  sikap,  keterampilan  maupun pengetahuan siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar).

Langkah-Langkah Penilaian Otentik

Terdapat sejumlah langkah yang perlu ditempuh dalam pengembangan assesment, yaitu penentuan standar, penentuan tugas otentik, pembuatan kriteria dan pembuatan rubrik.
1) Identifikasi dan Penentuan Standar
    Standar lebih dikenal dengan istilah kompetensi di Indonesia. Kompetensi merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Standar yang harus diidentifikasi sebelum melakukan penilaian adalah menentukan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang menjadi dasar, acuan, dan tujuan dalam proses penilaian.
2) Penentuan Tugas Otentik
    Bahasa "standar" yang telah dikemukakan dengan baik sudah menunjukkan tugas apa yang harus dilakukan peserta didik. Pemilihan tugas otentik harus disesuaikan dengan kompetensi mana yang akan diukur dan juga disesuaikan dengan keadaan di dunia nyata.
3) Pembuatan Kriteria Tugas Otentik
    Kriteria dalam penilaian otentik digunakan untuk mengevaluasi seberapa baik peserta didik menyelesaikan tugas dan seberapa baik mereka telah memenuhi standar. Kemampuan peserta didik pada suatu tugas ditentukan dengan mencocokkan kinerja peserta didik terhadap seperangkat kriteria untuk menentukan sejauh mana kinerja peserta didik memenuhi kriteria untuk tugas tersebut. Kriteria seharusnya telah dirumuskan sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kriteria juga sering disebut indikator dalam kurikulum berbasis kompetensi.
4) Pembuatan Rubrik
    Rubrik digunakan sebagai patokan untuk menentukan tingkat pencapaian peserta didik. Rubrik biasanya dibuat dengan berisi kriteria penting dan tingkat capaian kriteria yang bertujuan untuk mengukur kinerja peserta didik. Kriteria biasanya terdiri atas kata-kata tertentu yang mencerminkan apa yang harus dicapai peserta didik. Tingkat capaian kinerja umumnya ditunjukkan dengan angka-angka, besar kecilnya angka sekaligus menunjukkan tinggi rendahnya capaian hasil belajar peserta didik.

Instrumen Penilaian

Penilaian  hasil  belajar  siswa  mencakup  kompetensi  sikap,  keterampilan  dan pengetahuan  yang  dilakukan secara  seimbang,  untuk mengetahui  bahwa setiap siswa sudah sesuai dengan standar  yang  ditetapkan.  Muatan  di  dalam  penilaian antara  lain,  ruang  lingkup  materi,  kompetensi  mata  pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi  program  dan  proses.  Adapun  teknik  dan  instrumen penilaian, sebagai berikut:

1. Penilaian kompetensi sikap
  • Observasi,  dilakukan  secara berkesinambungan  baik  secara langsung maupun tidak langsung perilaku siswa.
  • Penilaian  diri,  meminta  siswa  mengemukakan  kelebihan  dan kekurangan dirinya dalam pencapaian kompetensi.
  • Penilaian antarsiswa,  siswa saling  menilai  terkait dengan  pencapaian kompetensi. - Jurnal,  merupakan  catatan guru  baik di  dalam maupun  di  luar  kelas, mengenai kekuatan dan kelemahan siswa.
2. Penilaian kompetensi keterampilan.
  • Penilaian kerja, siswa mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan praktek, proyek dan portofolio.
  • Tes  praktek,  penilaian yang  menuntut  respons berupa  perilaku  yang sesuai dengan tuntutan kompetensi. 
  • Projek,  tugas  belajar  yang  meliputi  kegiatan  perancangan, pelaksanaan  dan  pelaporan  baik  tertulis  maupun lisan  dalam waktu tertentu.
  • Portofolio,  berupa  kumpulan  seluruh  karya  siswa  yang  bersifat reflektif-integratif,  dapat  berbentuk  tindakan  nyata  yang mencerminkan kepedulian siswa terhadap lingkungannya. 3. 
3.Penilaian kompetensi pengetahuan.
  • Tes  tulis,  berupa  PG,  isian,  jawaban  singkat,  benar-salah, menjodohkan dan uraian.
  • Tes lisan, berupa daftar pertanyaan.
  • Penugasan,  berupa  pekerjaan  rumah  dan  proyek  yang  dapat dikerjakan  individual  maupun  kelompok  sesuai  dengan  karakteristik tugas.

Penilaian Otentik pada Pembelajaran Kimia

Contoh materi kimia dengan penilaian portofolio:
- Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar atau perangkat lunak komputer.
- Membuat makanan atau produk lain yang berupa koloid atau melibatkan prinsip koloid.
- Merancang sel volta dengan mengunakan bahan di sekitar
- Mengajukan gagasan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya korosi.
- Menyajikan hasil penelusuran informasi cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika dan kimia yang tak terkendali.
- Menyajikan rancangan prosedur penyepuhan benda dari logam dengan ketebalan lapisan dan luas tertentu
- Menyajikan data hasil penelusuran informasi sifat dan pembuatan unsur-unsur golongan utama halogen, alkali, dan alkali tanah)
- Menyajikan hasil penelusuran informasi beberapa turunan benzena yangberbahaya dan tidak berbahaya
- Menganalisis hasil penelusuran informasi mengenai pembuatan dandampak suatu produk dari makromolekul.

Contoh rubrik penilaian portofolio:

PERMASALAHAN:
1. Apakah terdapat kendala atau kesulitan bagi guru dalam melakukan penilaian otentik ?
2. Bagaimana cara melakukan penilaian otentik pada aspek keterampilan peserta didik di masa pembelajaran online saat ini ?

Komentar

  1. Izin menanggapi permasalahan aulia bahwasanya kesulitan penilaian otentik bagi guru tentu ada dan berbeda untuk tiap guru. Kendala yang ditemukan salah satunya seperti sulitnya melakukan penilaian sikap. Guru telah terbiasa menggunakan penilaian hanya dengan menggunakan angka saja, sehingga penilaian secara kualitatif yang mencakup informasi tentang kelemahan dan kelebihan peserta didik sangat sulit dilakukan.

    Pada umumnya penilaian keterampilan dilakukan dengan cara mengamati pelaksanaan suatu tugas atau memeriksa produk yang dihasilkan oleh peserta didik, sehingga untuk penilaian aspek keterampilan di masa pandemi ini, dapat dilakukan dengan membuat video mendemonstrasikan suatu percobaan ataupun dengan metode home visit yang saat ini sudah dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba menanggapi permasalahan nomor 1. Menurut saya salah satu kesulitan yang dihadapi guru dalam penilaian autentik yaitu jika
    ada siswa yang kurang tepat pada saat memberikan jawaban pada penilaian
    diri, dan jika ada siswa yang tidak jujur dalam memberikan jawaban pada
    penilaian diri. Menurut Kunandar (2013: 134) menjelaskan bahwa penilain
    diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk
    mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian
    kompetensi sikap, baik spiritual maupun sikap sosial.

    BalasHapus
  3. Menurut saya beberapa kendala yang sering terjadi pada saat guru melakukan penilaian autentik terutama pada aspek psikomotor. Biasanya guru langsung yang menyiapkan alat dan bahan dikarenakan tidak inging membebankan siswa, kemudian apabila dilakukan tes kesulitan bagi guru apabila ada siswa yang tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik sehingga membutuhkan perhatian yang ekstra

    pada saat masa pandemi guru bisa menilai keterampilan siswa dengan melihat keaktifan siswa pada saat berdiskusi, berani bertanya, dan menjawab pertanyaan, kemudian juga bisa dengan memberikan siswa tugas untuk mendemonstrasikan percobaan sederhana yang berkaitan dengan materi dengan menggunakan alat dan bahan yang aman kemudian divideokan agar bisa guru amati

    BalasHapus
  4. kendala yang mungkin dihadapi yaitu bahwa: 1) pemahaman guru
    terhadap kurikulum dan penilaian autentik cukup baik, guru sudah menerapkan
    penilaian autentik sesuai dengan pedoman kurikulum 2013 namunmasih terdapat
    beberapa permasalahan. 2) permasalahan guru dalam menerapkan penilaian autentik
    yaitu waktu, rumit dan belum adanya aplikasi raport yang valid dari pemerintah. 3)
    pemasalahan berdasarkan jenis penilaian autentik yaitu penilaian jurnal, tes lisan,
    unjuk kerja dan produk. 4) upaya guru

    BalasHapus

Posting Komentar