Distruptive Innovations
Definisi dari Disruptive innovation adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga pasar, umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga pada pasar yang lama. Kaitannya dengan pendidikan yaitu banyak sekali kita jumpai penemuan baru dalam pendidikan, misalnya saja, model ujian yang dulunya menggunakan kertas sekarang berbasis komputer, model pembelajaran e-learning dan sebagainya. Tidak dipungkiri, munculnya hal tersebut erat kaitannya dengan era digital dan internet. Multimedia dapat dikatakan inovasi ‘mengganggu’ yang kemudian menjadi nilai tambah dalam suatu proses pembelajaran. Multimedia merupakan salah satu Disruptive innovation yang berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia. Teknologi Internet memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk mendapatkan informasi apa saja, dari mana saja dan kapan saja dengan mudah dan cepat.
Pendekatan Cybergogy, Peeragogy dan Heutagogy
Cybergogy
Konsep cybergogy adalah pendekatan pembelajaran dengan lingkungan belajar virtual
untuk pengembangan pembelajaran kognitif, emosional dan sosial peserta didik. Pembelajaran
cybergogy mendorong peserta didik untuk menggunakan komputer dan internet dalam
mendapatkan informasi, modul, laporan, dan berbagai jenis referensi lainnya. Pendekatan cybergogy saat ini telah dilakukan di beberapa negara dan ke depan akan lebih meluas lagi. Pendidikan
cybergogy diharapkan memenuhi Pendidikan 4.0, yang menciptakan lingkungan belajar virtual
yang berpusat pada peserta didik, otonom dan kolaboratif. Pendidikan 4.0 adalah fenomena
yang merespon kebutuhan Revolusi Industri 4.0 di mana manusia dan mesin didampingkan
untuk mencari solusi, memecahkan masalah dan tentu saja menemukan kemungkinan inovasi
baru. Cybergogy melayani kebutuhan masyarakat di 'era inovatif'. Manajemen pembelajaran
yang dilakukan bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk menerapkan
teknologi baru yang akan membantu mereka berkembang sesuai dengan perubahan di
masyarakat. Tujuannya untuk dapat hidup dalam masyarakat dengan kemampuan terbaiknya.
Peeragogy
Peeragogy ini adalah strategi pendidikan yang membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama. Tak dapat dipungkiri, gadget yang kini digandrungi para peserta didik kian menjauhkan mereka dari lingkungan sosial. Siswa menjadi sangat individual dan tak terbiasa belajar dengan teman sebaya. Padahal, keterampilan abad 21 mensyaratkan kompetensi siswa untuk mampu berkolaborasi dengan individu lainnya. Kompetensi berkolaborasi ini perlu ditanamkan melalui strategi peeragogy.
Heutagogy
Heutagogi (berdasarkan bahasa Yunani untuk “diri”) didefinisikan oleh Hase dan Kenyon pada tahun 2000 sebagai studi tentang belajar mandiri. Heutagogi menerapkan pendekatan holistik untuk mengembangkan kemampuan pembelajar, dengan belajar sebagai proses aktif dan proaktif, dan peserta didik berfungsi sebagai “agen utama dalam pembelajaran mereka sendiri, yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman pribadi”. Pendidik juga memfasilitasi proses pembelajaran dengan memberikan bimbingan dan sumber daya, tetapi sepenuhnya melepaskan kepemilikan jalur dan proses pembelajaran kepada pembelajar, yang merundingkan pembelajaran dan menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana belajarnya. Ketika peserta didik kompeten, mereka menunjukkan perolehan pengetahuan dan keterampilan; keterampilan dapat diulang dan pengetahuan diambil. Ketika peserta didik mampu, keterampilan dan pengetahuan dapat direproduksi dalam situasi yang tidak biasa. Kemampuan adalah perpanjangan dari kompetensi seseorang, dan tanpa kompetensi tidak ada kemampuan. Melalui proses perulangan ganda, peserta didik menjadi lebih sadar akan gaya belajar yang mereka sukai dan dapat dengan mudah menyesuaikan situasi pembelajaran baru dengan gaya belajar mereka, sehingga membuat mereka lebih mampu belajar. Dengan fokus ganda pada kompetensi dan kemampuan, heutagogy menggerakkan pendidik selangkah lebih dekat ke arah yang lebih baik menangani kebutuhan pelajar dewasa di lingkungan kerja yang kompleks dan berubah.
Contoh Kisi-Kisi Instrumen
PERMASALAHAN:
Bagaimana pendapat dan saran dari teman-teman mengenai kisi-kisi instrumen diatas? Apa pendapat teman-teman mengenai pentingnya pendekatan cybergogy, heutagogy dan peeragogy dalam pembelajaran?
Saya ingin mengemukakan pendapat saya bahwa kisi-kisi instrumen diatas sudah baik dan bisa mewakili beberapa kriteria dari ketiga pendekatan yang sempat aulia singgung. Untuk pentingnya pendekatan cybergogy, heutagogy dan peeragogy dalam pembelajaran menurut saya penting untuk pendidikan saat ini sebagai suatu langkah untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang siap menjawab tantangan di masa depan. Kita ketahui bahwa keterampilan abad 21 mensyaratkan kompetensi siswa untuk mampu berkolaborasi dengan individu lainnya. Ini merupakan salah satu point penting yang harus diterapkan dalam pembelajaran. Kompetensi berkolaborasi ini dapat ditanamkan melalui strategi peeragogy
BalasHapusMenurut saya kisi-kisi yang anda buat sudah cukup baik, namun akan lebih baik jika dilengkapi indikator dari masing-masing pendekatan cybergogy, heutagogy, dan peeragogy, karena dalam satu pendekatan tersebut memiliki beberapa indikator yang dapat kita capai. Untuk pentingnya pendekatan cybergogy, heutagogy dan peeragogy dalam pembelajaran saya sependapat dengan saudari rahmi karena pada pembelajaran abad ke 21 ini menuntut siswa untuk dapat melakukan 4C yaitu Collaboration, Critical Thinking, Creativity dan Communication, dan masing-masingnya bisa kita tanamkan melalui ketiga pendekatan tersebut.
BalasHapusMenurut saya, kisi-kisi yang telah dibuat sudah cukup baik dengan membuat isntrumen penilaian melalui 3 pendekatan dengan mencakup ke 3 ranah (afektif, psikomotor, kognitif), namun sebaiknya lebih dispesifikkan lagi, seperti setiap pendekatan memiliki indikator masing-masing sehingga bisa dijabarkan deskripsi kegiatannya melalui indikator dari setiap pendekatan. Sesuai dengan sistem pendidikan yang berlaku saat ini pendekatan heutagogy, cybergogy, dan peeragogy sangat penting diterapkan dalam pembelajaran dikarenakan tuntutan sekarang ini pembelajaran berpusat pada siswa dengan berbagai aspek yang harus dicapai yang dapat diperoleh atau ditanamkan melalui 3 pendekatan tersebut
BalasHapusMenurut saya kisi-kisi instrumen yang anda buat sudah cukup baik, namun alangkah baiknya
BalasHapusdomain afektif, kognitif dan psikomotor disesuaikan lagi dengan indikator dari pendekatan cybergogy, peeragogy, dan heutagogy sehingga kegiatan pembelajaran dan penilaian akan berjalan secara optimal.
saya setuju dengan pendapat dina, kemudian menurut saya setiap aspek dalam pembelajaran alangkah baiknya jika ditambahkan lebih dari 1 kegiatan pembelajaran sehinga akan memaksimalkan setiap aspek tercover dengan baik
Hapus