Heutagogy adalah strategi pendidikan dimana peserta didik mampu belajar secara mandiri dan menerapkan pendekatan holistik dalam beberapa situasi belajar, yang menjadi fokus disini bukanlah apa yang diajarkan melainkan bagaimana peserta didik belajar. Hal pokok yang harus dilakukan peserta didik adalah learn how to learn (belajar untuk belajar), artinya peserta didik harus mampu mengeksplorasi atau memperdalam materi apa yang dibutuhkannya.
Peeragogy adalah strategi pendidikan yang membiasakan peserta didik untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan berkolaborasi.
Cybergogy adalah strategi pendidikan yang mendorong peserta didik untuk terlibat dalam pembelajaran yang terkoneksi jaringan. Peserta didik berada pada lingkungan belajar virtual untuk pengembangan belajar kognitif, emosional dan sosialnya.
Berikut adalah ujicoba instrumen penilaian kegiatan pembelajaran kimia berbasis distruptive innovations dalam tiga domain (afektif, kognitif, psikomotorik) melalui pendekatan Cybergogy, Peeragogy dan Heutagogy. Penilaian dilakukan melalui googleform.
Link video pembelajaran 1:
Berikut link form penilaian kegiatan pembelajaran oleh guru:
Link video pembelajaran 2:
Berikut link form penilaian kegiatan pembelajaran oleh guru:
PERMASALAHAN:
Berdasarkan hasil ujicoba instrumen penilaian diatas, menurut pendapat teman-teman bagaimana cara efektif guru untuk meningkatkan keterampilan pendekatan cybergogy, peeragogy dan heutagogy ?
Saya izin berpendapat. Menurut saya cara efektif guru untuk meningkatkan keterampilan pendekatan cybergogy, peeragogy dan heutagogy ialah menciptakan suasana belajar yang mendukung. Sebagai fasilitator, guru memiliki peranan yang penting dalam menyajikan materi pembelajaran setiap harinya. Menyampaikan materi dengan metode pembelajaran yang fresh akan menumbuhkan semangat baru bagi siswa dalam mengikuti proses belajar
BalasHapusSaya setuju dengan pendapat saudari rahmi, bahwa dengan menciptakan suasana belajar yang mendukung, menyampaikan metode pembelajaran yang fresh akan meningkatkan keterampilan pendekatan cybergogy, peeragogy dan heutagogy. Selain itu guru juga dapat menggunakan teknologi yang baru ataupun sebuah sumber belajar interaktif agar dapat mendukung proses pembelajaran dengan ketiga pendekatan tersebut.
HapusMenurut saya, cara efektif yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan keterampilan heutagogy, cybergogy, dan peeragogy yaitu dengan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa yang berada didalam kelas pada saat pembelajaran dituntut untuk aktif agar pembelajaran tersebut tidak membosankan, dan siswa dapat mengembangkan ilmu yang dimilikinya melaui interaksi dengan teman lainnya dan interaksi dengan guru
BalasHapussaya setuju dengan jawaban nurul amini. iswa yang berada didalam kelas pada saat pembelajaran dituntut untuk aktif agar pembelajaran tersebut tidak membosankan, dan siswa dapat mengembangkan ilmu yang dimilikinya melaui interaksi dengan teman lainnya dan interaksi dengan guru
HapusBALAS
Menurut saya cara efektif guru untuk meningkatkan keterampilan pendekatan cybergogy, peeragogy dan heutagogy ialah membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama, memanfaatkan perkembangan teknologi yang dapat digunakan untuk komunikasi dua orang atau lebih dengan dukungan suara, gambar, dan room chat yang terhubung melaui konektivitas internet, dan mengacu pada kemampuan pelajar dalam memproses dan mengatur informasi. Berdasarkan kemampuannya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu wholist dan analytic. Pelajar dengan karakter wholist dapat memproses suatu pengetahuan secara utuh dan global, biasanya mulai dari hal-hal umum ke khusus sedangkan pelajar dengan karakteristik analytic dalam mempelajari suatu materi mereka lebih memilih mengelompokkannya menjadi berbagai kriteria yang terstruktur. Dengan mengelompokkan menjadi beberapa kriteria kita dapat mempelajari materi secara lebih dalam dan detail.
BalasHapus