#4 Kisi-kisi Instrumen Penilaian Kreativitas dan Inovasi dalam Praktikum Kimia secara Daring

 Kreativitas memiliki ciri-ciri kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), 28 keaslian atau originalitas (originality), dan elaborasi (elaboration).

  • Kelancaran adalah kemampuan mengeluarkan ide atau gagasan yang benar sebanyak mungkin secara jelas.
  • Keluwesan adalah kemampuan untuk mengeluarkan banyak ide atau gagasan yang beragam dan tidak monoton dengan melihat dari berbagai sudut pandang.
  • Originalitas adalah kemampuan untuk mengeluarkan ide atau gagasan yang unik dan tidak biasanya, misalnya yang berbeda dari yang ada di buku atau berbeda dari pendapat orang lain.
  • Elaborasi adalah kemampuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi dan menambah detail dari ide atau gagasannya sehingga lebih bernilai.

PERMASALAHAN:
Bagaimana mengoptimalkan kreativitas siswa pada kegiatan praktikum secara daring?

Komentar

  1. Saya akan mencoba menanggapi permasalahan anda. Bahwa pada pembelajaran daring untuk metode praktikum ini akan sedikit lebih sulit dilakukan, namun tidak menutup kemungkinan metode praktikum ini bisa kita lakukan. Salah satu cara mengoptimalkan kreativitas siswa pada kegiatan praktikum yaitu dengan cara guru memberikan sumber belajar yang harus dipelajari dan lembar kerja peserta didik yang berisi langkah langkah yang harus dilaksanakan dalam praktikum dirumah, guru memberi kesempatan peserta didik untuk bertanya melalui Google Classroom ataupun WA, kemudian peserta didik mempelajari materi dan dilanjutkan dengan praktikum sederhana dirumah, kemudian praktikum dan mendokumentasi kegiatan paktikum, membuat laporan kegiatan yang dilampiri foto kegiatan kemudian mengirim laporan ke google classroom. Adapun contoh kegiatan praktikumnya yaitu Pada materi campuran disini peserta didik dapat melakukan kegiatan eksperimen pemisahan campuran misalnya tentang penyaringan atau filtrasi dengan menggunakan alat dan bahan yang ada dirumah misalnya menggunakan alat penyaring minuman, pada materi asam basa dan garam peserta didik dapat melakukan eksperimen untuk mengidentifikasi apakah suatu larutan itu asam, basa atau garam dengan menggunakan alat dan bahan yang ada misalnya sabun, sampo, pasta gigi, jeruk, tomat dan menggunakan indikator alami misalnya kunyit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sependapat dengan intan bahwa pada pembelajaran daring untuk metode praktikum ini akan sedikit lebih sulit dilakukan, namun tidak menutup kemungkinan metode praktikum ini bisa kita lakukan seperti dilakukannya praktikum secara sederhana dengan alat dan bahan yang mudah didapatkan seperti pada percobaan pemisahan campuran atau identifikasi asam basa seperti yang sudah dipaparkan oleh intan. Materi lainnya bisa mengidentifikasi larutan elektrolit dan non elektrolit dengan bahan-bahan dapur, uji korosi, dan sebagainya. Selain dengan menugaskan siswa praktikum mandiri di rumah, guru juga bisa memanfaatkan kegiatan "live" untuk melakukan demonstrasi khusus. Bisa menggunakan fitur yang ada di instagram hingga youtube agar siswa dapat ikut melihat prosesnya meskipun terbatas ruang virtual dan dapat membuat laporan praktikum setelah menonton siaran live tersebut

      Hapus
  2. Menurut saya cara optimal yang dapat dilakukan guru dalam meningkatkan kreativitas siswa secara daring yaitu dengan memberikan stimulus kepada siswa untuk melakukan percobaan sederhana dirumah (siswa mendemonstrasikan percobaan dengan membuat sebuah video) disini guru memberikan arahan disetiap langkah kerja yang siswa lakukan, namun siswa diminta sendiri untuk mencari sumber langkah-langkah yang akan dilakukan pada saat melakukan percobaan dan siswa menentukan dimulai dari alat dan bahan yang digunakan dan merancang alat secara sendiri untuk melihat kreativitas dari siswa

    BalasHapus
  3. dengan cara banyak bertanya kepada sisa berkali-kali dengan pertanyaan mendalam.

    BalasHapus
  4. Menurut saya cara mengoptimalkan kreativitas siswa pada kegiatan praktikum secara daring dapat dilakukan dengan mencari laboratorium virtual di internet meski hanya melalui virtual, menyaksikan orang lain live ini bisa dilakukan oleh dosen yang melakukan percobaan di laboratorium, kemudian para mahasiswa menyaksikannya melalui media komunikasi, seperti zoom. dan memakai teknologi augmented atau virtual reality yaitu lebih canggih dibandingkan dengan cara sebelumnya, cara ini dilakukan dengan merekayasa bahwa para mahasiswa bisa melakukan eksperimen seolah-olah mereka sedang berada di dalam laboratorium. Sehingga para mahasiswa bisa merasakan eksperimen seperti nyata meskipun di rumah masing-masing.

    BalasHapus
  5. 1. Menyaksikan orang lain secara live
    Menyaksikan orang lain live ini bisa dilakukan oleh dosen yang melakukan percobaan di laboratorium, kemudian para mahasiswa menyaksikannya melalui media komunikasi, seperti zoom. Cara ini rupanya bisa dijadikan suatu terobosan saat berada di situasi seperti ini. Jadi, mahasiswa bisa langsung mengetahui dan berinteraksi dengan dosen saat melakukan percobaan tersebut.

    2. Memakai teknologi Augmented atau Virtual Reality
    Lebih canggih dibandingkan dengan cara sebelumnya, cara ini dilakukan dengan merekayasa bahwa para mahasiswa bisa melakukan eksperimen seolah-olah mereka sedang berada di dalam laboratorium. Sehingga para mahasiswa bisa merasakan eksperimen seperti nyata meskipun di rumah masing-masing.

    3. Melakukannya secara remote dengan teknologi
    Cara ini kebanyakan dilakukan oleh beberapa orang di lingkungan kedokteran. Dengan menggunakan cara ini, para mahasiswa bisa melakukan praktikum di rumah masing-masing hanya dengan memanfaatkan teknologi remote.

    5. Menginstal software khusus
    Nah, kalau software yang satu ini bisa dimanfaatkan oleh para mahasiswa yang berkecimpung di bidang arsitektur, sipil, perencanaan wilayah kota, dan interior. Dengan menggunakan software ini, para mahasiswa bisa merencanakan dan merancang seluruh kegiatan praktikum mereka hanya dengan di rumah saja.

    BalasHapus

Posting Komentar