Berikut adalah hasil uji coba instrumen penilaian kreativitas dan inovasi dalam praktikum kimia pada domain kognitif.
Video praktikum diperoleh dari link dibawah ini:
PERMASALAHAN:
Menurut anda apakah yang menjadi kesulitan bagi guru untuk mengimplementasikan penilaian autentik?
Menurut saya, guru kesulitan apabila ada siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik sehingga dibutuhkan perhatian yang ekstra terhadap siswa tersebut, kemudian juga apabila dilakukan penilaian diri, ditemukan siswa yang tidak jujur dalam melakukan penilaian diri, apabila dalam satu kelas memiliki jumlah siswa yang banyak juga akan mempersulit guru dalam melakukan penilaian autentik dikarenakan keterbatasan waktu
BalasHapusSaya setuju dengan pendapat nurul amini bahwa kesulitan guru dapat diakibatkan oleh adanya siswa yang kurang tepat pada saat memberikan jawaban pada penilaian
Hapusdiri, dan siswa yang tidak jujur dalam memberikan jawaban pada penilaian diri, beberapa anak yang tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik sehingga harus diberikan perhatian yang esktra untuk anak-anak tersebut.
Selanjutnya penilaian keterampilan, guru mengalami kesulitan dalam
penilaian unjuk kerja karena dalam proses penilaian unjuk kerja ini semua
alat dan bahan disedikan oleh guru karena guru tidak mau membebankan
pada orang tua siswa, kecuali bahan yang memang mudah didapatkan
dirumah makan guru akan meminta siswa untukmembawa sendiri dari rumah.
Saya setuju dengan nurul bahwa jumlah siswa yang banyak juga menjadi suatu sumber kesulitan guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan penilaian. Selain itu, siswa yang tidak jujur, seperti yang dikatakan intan juga menjadi salah satu bagian kesulitan dalam memberikan nilai atau skor. Pada waktu melakukan penskoran terhadap hasil pekerjaan siswa, ada kemungkinan penskor cenderung memberi nilai yang tinggi, walaupun kenyataan yang sebenarnya hasil pekerjaan siswa itu tidak baik. Kemungkinan juga penskor cenderung memberi nilai yang rendah, walaupun kenyataannya hasil pekerjaan siswa tersebut baik. Kemungkinan lain, penskor juga cenderung dapat memberi skor yang sedang-sedang saja, walaupun kenyataan yang sebenarnya hasil pekerjaan siswa ada yang baik dan ada yang tidak baik. Masalah lain adalah adanya kemungkinan penskor tertarik atau simpati kepada siswa sehingga sukar baginya untuk memberi nilai yang objektif.
HapusOleh karena itu, Guru harus memastikan penugasan yang akan dinilai relevan dengan tuntutan kompetensi dalam kurikulum. Guru memilih penugasan yang akan dinilai menyesuaikan dengan tingkat kompetensi siswa dan penilain yang diberikan diharapkan untuk tidak bersifat subjektivitas oleh karena itu diperlukannya rubrik penilaian sebagai panduan pemberian skor yang menunjukkan sejumlah kriteria performance pada proses atau hasil yang diharapkan. Rubrik terdiri atas gradasi mutu kinerja siswa mulai dari kinerja yang paling buruk hingga kinerja yang paling baik disertai skor untuk setiap gradasi mutu tersebut.Dengan mengacu pada rubrik inilah guru memberikan nilai terhadap kinerja siswa.
mungkin karena masih baru jadi belum terbiasa, tapi jika terus dibiasakan harus nya kesulitan-kesulitan yang dihadapi dapat teratasi
BalasHapusMenurut saya, kesulitan bagi guru untuk mengimplementasikan penilaian autentik yaitu waktu untuk menyusun dan melaksanakan penilaian autentik sangat terbatas. Sehingga guru kurang maksimal dalam menyusun dan melaksanakan penilaian autentik. Banyaknya aspek yang harus dinilai dalam penilaian Kurikulum 2013, sehingga guru membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan penilaian. Penilaian harus dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran, sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif.
BalasHapus